Charlie Colin Member Awal Band Train Meninggal Dunia, Dikabarkan Jatuh Terpeleset di Kamar Mandi

Kabar duka datang dari Charlie Colin, salah satu member awal band Train, meninggal dunia. Hal ini disampaikan lewat tulisan yang disampaikan grup yang tersebut, Rabu (22/5/2024).

Catatan ini diunggah dalam akun Instagram Train bersama potret hitam putih bersama mendiang.

BACA JUGA : Berita Terupdate tentang situs togel Nono4D

Ketika aku bertemu Charlie Colin, yang berada di kiri depan (dalam foto), aku jatuh cinta kepadanya. Dia adalah pria yang paling manis dan cowok yang ganteng,” begitu pembukaan pernyataan dalam unggahan ini.

Ditambahkan, “Mari kita buat band, ini satu-satunya langkah yang masuk akal. Permainan bass-nya yang unik dan kemampuan gitarnya yang indah, membuat orang-orang di SF dan sekitarnya tertarik pada kami.”

Setelah nostalgia singkat ini, member Train mengungkap janji bahwa mereka akan selalu mengenang mendiang Charlie Colin.

Aku akan selalu memiliki tempat yang hangat di hatiku untuknya. Aku selalu mencoba menariknya lebih dekat, tapi ia memiliki visinya sendiri,” kata member band pelantun “Hey, Soul Sister” ini.

BACA JUGA : Prediksi bocoran angka togel setiap harinya


Engkau Adalah Legenda

Unggahan manis ini ditutup pernyataan bernada humor, “Engkau adalah seorang legenda, Charlie. Pergilah dan buatlah para malaikat itu tergila-gila.” Dalam pernyataan ini, tak disebut penyebab Charlie Colin meninggal dunia.

BACA JUGA : Daftar bandar togel toto macau terpercaya hadiah 4D 10 juta


Diduga Jatuh Terpeleset

TMZ menyebutkan bahwa informasi dari ibunda mendiang, Charlie Colin meninggal dunia setelah jatuh terpeleset di kamar mandi. Kala itu, ia sedang menjaga rumah temannya yang terletak di Brussels, Belgia. Namun, belum jelas bagaimana ia bisa terjatuh.

Tak dijelaskan juga kapan mendiang meninggal dunia, dan jenazahnya baru ditemukan saat pemilik rumah pulang sekitar lima hari lalu.

BACA JUGA : NONO4D: Situs Bandar Togel Toto Online Terpercaya Terbaik Di Indonesia


Member Train Saat Dibentuk Tahun 1993

Charlie Colin adalah member awal band Train yang dibentuk pada 1993 bersama Pat Monahan, Rob Hotchkiss, Jimmy Stafford, dan Scott Underwood. Nama grup ini kian mencorong setelah merilis album Drops of Jupiter (2001) dengan title track “Drops of Jupiter (Tell Me)”, yang memberi mereka piala Grammy untuk kategori Best Rock Song.

Charlie Collins keluar dari grupnya pada 2003 dan posisinya digantikan Johnny Colt. Beberapa tahun kemudian, popularitas grup ini kembali meroket berkat kesuksesan “Hey, Soul Sister”, “If It’s Love,” “Marry Me” dan lainnya.

 

Link Terkait

Daftar Nono4D
Prediksi Bocoran Angka
Nono4D
Nono4D
Nono4D
Nono4d
Nono4D
Nono4D
Nono4D
Nono4D
Nono4d
Nono4d
Nono4d
Nono4D
Togel Terpercaya
Toto Terpercaya
Togel Online Terpercaya
Togel Gacor
Togel Resmi Terpercaya
Togel Resmi
Bandar Terpercaya

11 Mei 1981: Raja Musik Raggae, Bob Marley Meninggal Usia 36 Tahun

Tepat hari ini, 48 tahun yang lalu, pada 11 Mei 1981, dunia kehilangan salah satu ikon musiknya, Bob Marley. Sang raja musik reggae.

Meskipun fisiknya telah tiada, warisan dan pengaruhnya tetap hidup dalam karya-karya musiknya hingga saat ini.

Dalam konser konser terakhir di hidupnya yang sangat singkat, Bob Marley tampil di Madison Square Garden, Amerika Serikat bersama dengan band funk Amerika yang sangat populer, The Commodores.

Tanpa kostum, tanpa koreografi dan tanpa desain panggung, “Bintang reggae ini membuat sebagian besar pendengarnya berdiri dan berada dalam genggamannya,” menurut kritikus New York Times, Robert Palmer. “Setelah pertunjukan yang luar biasa ini, dan nyanyian yang intens dari Marley serta kehadiran panggung yang elektrik, The Commodores tampil mengecewakan.”

Setelah pertunjukan gemilangnya di New York City, selang beberapa hari kemudian, Bob Marley dikabarkan pingsan saat joging di Central Park.

Diagnosis yang diberikan mengungkapkan bahwa pertumbuhan kanker pada kaki Marley yang sebelumnya cedera akibat bermain sepak bola telah menyebar ke otak, hati, dan paru-paru Marley.

Kurang dari delapan bulan setelah kejadian itu, tepatnya pada Senin, 11 Mei 1981, Bob Marley, ikon musik reggae internasional, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Miami, Florida, pada usia 36 tahun.


Sejarah Hidup Bob Marley

Pada usia sembilan tahun, Marley pindah ke Trench Town, sebuah ghetto (tempat tinggal orang Yahudi) terletak di Kingston Barat di mana ia bertemu dan berteman dengan Neville “Bunny” Livingston (Bunny Wailer) dan Peter McIntosh (PeterTosh) dan berhenti sekolah pada usia 14 tahun untuk membuat musik. Jamaika pada saat itu sedang memasuki periode kreativitas musik yang luar biasa.

Ketika radio transistor mulai tersedia di sebuah pulau yang saat itu hanya dilayani oleh stasiun radio nasional bergaya BBC, musik Amerika tiba-tiba dapat diakses melalui stasiun radio di Amerika Serikat.

Dari perpaduan ritme dan blues gaya New Orleans dan tradisi musik asli yang dipengaruhi Afrika, muncullah “ska” (gabungan unsur musik tradisional Karibia dan jaz), kemudian gaya pendahulu rock steady hingga reggae, yang baru terbentuk sebagai gaya yang dapat dikenali pada akhir tahun 1960-an.


Band The Wailers

Bob Marley, Peter Tosh, dan Bunny Wailer tampil bersama sebagai “The Wailers “ sepanjang periode saat itu, mencapai puncak popularitas mereka sebagai sebuah grup ketika reggae menjadi suara yang paling sering didengar di Jamaika.

Berkat jangkauan internasional Island Records, The Wailers menjadi perhatian dunia pada awal 1970-an melalui album-album mereka seperti: Catch a Fire (1972) dan Burnin’ (1973).

Eric Clapton (Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris) memperluas nama grup ini dengan merekam versi yang lebih ramah pop dari lagu “I Shot The Sheriff” dari album terakhir tersebut.

Dengan kepergian Tosh dan Wailer pada tahun 1974, Marley menjadi pusat perhatian dalam grup tersebut, dan pada akhir tahun 70-an ia telah menghasilkan serangkaian album, termasuk Exodus (1977), yang menampilkan lagu-lagu “Jamming,” “Waiting In Vain,” dan “One Love/People Get Ready” Kaya (1978), yang menampilkan lagu-lagu “Is This Love” dan “Sun Is Shining;” dan Uprising (1980), yang menampilkan lagu-lagu “Could You Be Loved” dan “Redemption Song.”

Meskipun tidak ada dari lagu-lagu tersebut yang menjadi hit di Amerika Serikat selama hidup Bob Marley, mereka membentuk warisan yang hanya meningkatkan ketenarannya dalam tahun-tahun setelah kematiannya. Tepat hari ini, tahun 1981.


Menelusuri Jejak Legenda Bob Marley Lewat Film One Love

Bob Marley, nama yang tak pernah pudar dari ingatan, terukir dalam sejarah sebagai ikon musik reggae dan tokoh perdamaian. Film “One Love: The Bob Marley Story” mengangkat perjalanan hidupnya, memperlihatkan bagaimana sebuah cinta bisa menjadi pendorong utama dalam mengubah dunia.

Bob Marley bukan sekadar penyanyi. Dia adalah sosok yang mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dengan pesan perdamaian dan cinta melalui musiknya yang mendalam. Kisah hidupnya yang penuh perjuangan, dari awalnya yang sederhana hingga menjadi ikon global, menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.

Reggae bukan hanya aliran musik bagi Marley, tapi juga medium untuk menyuarakan ketidakadilan dan menyerukan perdamaian. Lagu-lagu seperti “One Love”, “Redemption Song”, dan “No Woman, No Cry” tidak hanya menyentuh hati pendengarnya, tapi juga mengajak untuk merenungkan makna cinta, kebebasan, dan keadilan.

Warisan Bob Marley tidak hanya terbatas pada dunia musik. Pengaruhnya meluas ke budaya populer, dari mode hingga seni, bahkan filosofi hidup. Ia tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman, aktivis, dan individu yang mengagumi keberaniannya untuk berbicara atas nama yang tertindas.

Film “Bob Marley: One Love” menjadi medium yang sempurna untuk menghidupkan kembali kisah inspiratif seorang legenda. Dengan visual yang menggugah dan narasi yang mengalir, penonton dibawa dalam perjalanan emosional melalui kehidupan Marley, dari masa kecilnya di Jamaica hingga pengakuan global.

Link Terkait

Nono4D

Daftar Nono4D

Prediksi Bocoran Angka

Situs Togel Terbaik

Nono4D

Nono4D

situs toto

toto togel

togel 4d

Nana4d

Nono4d

Nono4D

Togel online

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla